Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Kena Prank Dan Batal Dapat Rp659 Triliun, Twitter Sebut Elon Musk Menghancurkan Perusahaan

Twitter tengah geram kepada Elon Musk karena tiba-tiba membatalkan proses pembelian. Elon Musk batal mengakuisisi Twitter karena platform media sosial itu tidak memberitahukan berapa jumlah akun bot dan spam yang ada di Twitter. Seharusnya, Twitter dibeli oleh Elon Musk seharga US$44 miliar atau sekitar Rp659 triliun.


Twitter pun melayangkan gugatan kepada Elon Musk meminta agar proses pembelian dilanjutkan. Twitter kini meminta pengadilan agar mempercepat proses persidangan karena saat kondisi ekonomi bisnis sedang tidak baik. Twitter beralasan hal ini demi melindungi Twitter dan para pemegang saham dari "risiko pasar dan kerugian operasional karena Elon Musk keluar dari perjanjian akuisisi".


Mereka tidak mau membagikan informasi soal akun bot dan spam karena khawatir Elon Musk akan membuat platform saingan dan membatalkan akuisisi. Twitter menambahkan bahwa Musk telah menghancurkan perusahaan dan operasional serta nilai pemegang saham, dan pergi begitu saja.


Tapi, pengacara Elon Musk menilai perbuatan Twitter itu tidak dibenarkan karena data mengenai jumlah akun bot dan spam sangat penting untuk menentukan seberapa berharga perusahaan Twitter. Mereka meminta persidangan dimulai paling tidak pada 13 Februari 2023 karena harus mengumpulkan data dan saksi selama berbulan-bulan.