Twitter pun melayangkan gugatan kepada Elon Musk meminta agar proses pembelian dilanjutkan. Twitter kini meminta pengadilan agar mempercepat proses persidangan karena saat kondisi ekonomi bisnis sedang tidak baik. Twitter beralasan hal ini demi melindungi Twitter dan para pemegang saham dari "risiko pasar dan kerugian operasional karena Elon Musk keluar dari perjanjian akuisisi".
Mereka tidak mau membagikan informasi soal akun bot dan spam karena khawatir Elon Musk akan membuat platform saingan dan membatalkan akuisisi. Twitter menambahkan bahwa Musk telah menghancurkan perusahaan dan operasional serta nilai pemegang saham, dan pergi begitu saja.
Tapi, pengacara Elon Musk menilai perbuatan Twitter itu tidak dibenarkan karena data mengenai jumlah akun bot dan spam sangat penting untuk menentukan seberapa berharga perusahaan Twitter. Mereka meminta persidangan dimulai paling tidak pada 13 Februari 2023 karena harus mengumpulkan data dan saksi selama berbulan-bulan.

